Meningkatnya durasi paparan layar perangkat digital memicu risiko gangguan visual seperti Computer Vision Syndrome (CVS). Fitur dark mode hadir sebagai antarmuka alternatif untuk mengurangi kelelahan mata, namun efektivitasnya secara subjektif masih sering diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap penggunaan fitur dark mode dalam mengurangi kelelahan mata pada sistem operasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei berani terhadap 50 responden pengguna aktif perangkat digital di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84% responden telah mengadopsi mode gelap , dengan 46% di antaranya menggunakan fitur ini secara konsisten setiap hari. Keluhan visual saat menggunakan mode cahaya berada pada kategori tinggi (mean 3,97), dengan indikator silau sebagai keluhan utama (mean 4,12). Sebaliknya, persepsi terhadap efektivitas dark mode berada pada kategori tinggi (mean 4,04), di mana aspek kenyamanan mata memperoleh skor tertinggi (mean 4,18). Sebanyak 82% responden menilai mode gelap lebih nyaman daripada mode terang . Mayoritas pengguna (58%) termotivasi oleh faktor fungsional kesehatan mata alih-alih sekadar tren estetika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mode gelap telah menjadi kebutuhan fungsional yang efektif bagi pengguna dengan intensitas paparan layar yang tinggi.
Copyrights © 2026