This study examined directive speech acts within student organizational communication in the WhatsApp group “Humas Pelantikan.” In the digital era, communication occured not only face-to-face but also via social media platforms, with WhatsApp being widely used by students for coordination purposes. The research aimed to analyze and describe the forms and meanings of directive speech acts employed within the group. A descriptive qualitative methodology with a pragmatic approach was adopted. Data were collected through observational and note-taking techniques, focusing on interactions among group members. The analysis draws upon Searle’s classification of speech acts. Findings indicate that directive speech acts appear frequently in several forms, including suggestions, prohibitions, requests, questions, and commands, with commands being the most prevalent. The use of polite expressions such as tolong (please) and jangan lupa (don’t forget) suggests that students seek to maintain politeness when issuing instructions. In conclusion, directive speech acts play a significant role in facilitating effective communication and coordination within student organizations. Abstrak Penelitian ini mengkaji tindak tutur direktif dalam komunikasi organisasi mahasiswa pada grup WhatsApp “Humas Pelantikan.” Di era digital, komunikasi tidak hanya terjadi secara tatap muka, tetapi juga berlangsung melalui platform media sosial, khususnya WhatsApp, yang banyak digunakan oleh mahasiswa untuk keperluan koordinasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk serta makna tindak tutur direktif yang digunakan dalam grup tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan dengan fokus pada interaksi antaranggota grup. Analisis didasarkan pada klasifikasi tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif muncul dalam berbagai bentuk, seperti saran, larangan, permintaan, pertanyaan, dan perintah. Perintah merupakan jenis yang paling dominan ditemukan dalam data. Penggunaan ungkapan kesantunan seperti “Tolong,” dan “Jangan lupa,” menunjukkan bahwa mahasiswa tetap menjaga kesopanan saat memberikan instruksi. Kesimpulannya, tindak tutur direktif memiliki peran penting dalam mendukung komunikasi dan koordinasi yang efektif dalam organisasi mahasiswa.
Copyrights © 2026