Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan serta tingkat risiko usahatani padi sawah di Desa Tebara, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa wilayah tersebut salah satu yang berproduksi padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2025. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 84 petani yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari total populasi 538 petani. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder, yang dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, meliputi analisis pendapatan dan analisis risiko menggunakan koefisien variasi (CV). Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani padi sawah sebesar Rp12.471.264 per hektar per musim tanam, yang menunjukkan bahwa usahatani masih menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Tingkat risiko produksi tergolong rendah dengan nilai CV sebesar 0,28, sedangkan risiko harga juga tergolong rendah dengan nilai CV sebesar 0,04. Namun, risiko pendapatan tergolong tinggi dengan nilai CV sebesar 0,67, yang mengindikasikan adanya fluktuasi pendapatan yang cukup besar antar petani maupun antar musim tanam. Dengan demikian, meskipun usahatani padi sawah di Desa Tebara memberikan keuntungan dan memiliki risiko produksi serta harga yang relatif stabil, petani masih menghadapi risiko pendapatan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan biaya dan peningkatan efisiensi usahatani guna meminimalkan risiko pendapatan yang dihadapi petani.
Copyrights © 2026