Tanaman buah naga termasuk tanaman tropis. Curah hujan yang ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini sekitar 60 mm/bulan atau 720 mm/tahun. Bagian buah naga yang sering dimanfaatkan adalah bagian daging buah yang berwarna merah, putih ataupun ungu sedangkan kulitnya yang mempunyai berat 30 - 35% dari berat buah belum dimanfaatkan secara maksimal dan hanya dibuang sebagai sampah, padahal kulit buah naga mengandung zat bioaktif yang bermanfaat bagi tubuh antara lain antioksidan (dalam bentuk asam askorbat, betakaroten, dan antosianin), dan serat pangan (dalam bentuk pektin). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dan karakteristik organoleptik teh herbal kulit buah naga merah ( Hylocereus polyrhizus ) berdasarkan variasi suhu dan lama pengeringan. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan perlakuan kombinasi suhu pengeringan (50°C, 75°C, dan 100°C) serta lama pengeringan (18 jam, 21 jam, dan 24 jam). Analisis dilakukan terhadap aktivitas antioksidan menggunakan nilai IC50 serta pengujian organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur dengan metode hedonik menggunakan 25 panelis pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama pengeringan mempengaruhi aktivitas antioksidan dan tingkat kesukaan panelis terhadap teh herbal kulit buah naga merah. Nilai aktivitas antioksidan terbaik diperoleh pada perlakuan A3B3 (100°C/24 jam) dengan nilai IC50 sebesar 1.814,720 ppm. Hasil organoleptik menunjukkan bahwa warna yang paling disukai terdapat pada perlakuan A1B3 (50°C/24 jam), aroma pada perlakuan A1B1 (50°C/18 jam), rasa pada perlakuan A2B3 (75°C/24 jam), dan tekstur pada perlakuan A3B1 (100°C/18 jam). Secara umum, teh herbal kulit buah naga merah diterima panelis pada kategori suka.
Copyrights © 2026