Ketepeng cina (Cassia alata L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki kandungan metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, flavonoid, asam krisofanat, senyawa glikosida, dan aloeemodina yang diduga berkhasiat sebagai imunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas imunomodulator ekstrak etanol daun ketepeng cina (EEDKC) berdasarkan respons imun nonspesifik dengan metode carbon clearance. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian post test with control group design. Sejumlah 24 ekor mencit jantan galur Swiss dibagi ke dalam 6 kelompok, yakni kelompok I (kontrol negatif CMC-Na 0,5%), kelompok II (kontrol positif levamisol 2,5 mg/kgBB), kelompok III (kontrol positif metilprednisolon 40 mg/kgBB), serta kelompok IV, V, dan VI yang diberi perlakuan EEDKC dosis 50, 100, dan 200 mg/kgBB. Pada penelitian ini, aktivitas imunomodulator terhadap respons imun nonspesifik dievaluasi berdasarkan parameter indeks fagositosis dan indeks organ limfoid. Hasil uji carbon clearance kelompok perlakuan EEDKC dosis 50 dan 100 mg/kgBB menunjukkan indeks fagositosis (k) sebesar 1,49 dan 1,47 (termasuk dalam kategori imunostimulan sedang (moderate) yakni memiliki k sebesar 1,3-1,5), sedangkan EEDKC dosis 200 mg/kgBB menunjukkan efek imunostimulan kategori kuat dengan nilai k>1,5 yakni 1,54. Hasil uji indeks organ limfoid menunjukkan tidak adanya perubahan yang signifikan pada indeks hati, limpa, dan timus setelah perlakuan EEDKC selama 7 hari. Meskipun indeks organ limfoid tidak mengalami peningkatan dibandingkan dengan kelompok kontrol, EEDKC disimpulkan memiliki efek imunostimulan karena dapat meningkatkan indeks fagositosis >1,3.
Copyrights © 2025