Pembelajaran matematika memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan pemecahan masalah murid. Namun, berbagai kendala masih ditemukan dalam praktik pembelajaran sehingga diperlukan solusi yang komprehensif berdasarkan teori pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan dalam pembelajaran matematika pada materi gradien garis lurus, mendeskripsikan teori belajar yang dominan diterapkan guru, serta merumuskan alternatif solusi berdasarkan teori pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi nonpartisipatif. Penelitian dilaksanakan di kelas VIII SMP Negeri 3 Hiliduho dengan subjek penelitian 1 orang guru matematika dan 19 murid. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan di analisis melalui model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran masih menghadapi berbagai permasalahan, yaitu rendahnya penguasaan konsep prasyarat, kecemasan terhadap matematika, rendahnya kemampuan berpikir kritis, keterbatasan waktu pembelajaran, serta penggunaan media pembelajaran yang masih konvensional. Pembelajaran di dominasi oleh penerapan teori humanistik, namun penerapan teori tersebut secara tunggal belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan belajar murid. Oleh karena itu, integrasi teori behavioristik, kognitif, konstruktivisme, dan humanistik direkomendasikan sebagai alternatif untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan prosedural, motivasi belajar, dan kemampuan berpikir kritis murid.
Copyrights © 2026