PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Vol. 6 No. 3 (2026)

HUBUNGAN FOMO (FEAR OF MISSING OUT) TERHADAP KECANDUAN MEDIA SOSIAL GENERASI Z

Amelia Pebriyanti (Universitas Nasional Karangturi)
Puspita Puji Rahayu (Universitas Nasional Karangturi)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2026

Abstract

This study aims to examine the effect of fear of missing out (FoMO) on social media addiction among Generation Z. The study employed a quantitative approach with a correlational design. Participants consisted of 115 individuals within the Generation Z age range (13–27 years) who actively use social media for more than five hours per day. A purposive sampling technique was used to select respondents. Data were collected online using the Fear of Missing Out Scale to measure FoMO and the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) to measure social media addiction. Data analysis was conducted using SPSS through normality testing and simple linear regression analysis. The results indicated that the data were normally distributed, with Kolmogorov–Smirnov significance values of 0.309 for the FoMO variable and 0.077 for the social media addiction variable (p > 0.05). Regression analysis showed that FoMO had a positive and significant effect on social media addiction among Generation Z, with a significance value of 0.001 (p < 0.05). The coefficient of determination (R²) was 0.087, indicating that FoMO contributed 8.7% to social media addiction, while the remaining variance was influenced by other factors not examined in this study. In conclusion, higher levels of FoMO are associated with higher tendencies toward social media addiction. However, the magnitude of the effect is relatively low; therefore, future research is recommended to consider additional variables that may influence social media addiction among Generation Z. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fear of missing out (FoMO) terhadap kecanduan media sosial pada generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 115 orang yang termasuk dalam rentang usia generasi Z (13-27 tahun) dan merupakan pengguna aktif media sosial lebih dari 5 jam per-hari. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan skala Fear of Missing Out Scale untuk mengukur FoMO dan Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) untuk mengukur kecanduan media sosial. Data dianalisis menggunakan bantuan SPSS melalui uji normalitas dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi uji Kolmogorov–Smirnov sebesar 0,309 untuk variabel FoMO dan 0,077 untuk variabel kecanduan media sosial (p > 0,05). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecanduan media sosial pada generasi Z dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,087 menunjukkan bahwa FoMO memberikan kontribusi sebesar 8,7% terhadap kecanduan media sosial, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO yang dimiliki individu, maka semakin tinggi pula kecenderungan kecanduan media sosial. Meskipun demikian, besarnya pengaruh yang diberikan tergolong rendah, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang dapat memengaruhi kecanduan media sosial pada generasi Z.    

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

paedagogy

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and ...