Urbanisasi yang berkembang pesat di Kota Sidoarjo telah mengubah kondisi sosial, lingkungan, dan pola interaksi masyarakat yang berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak urbanisasi terhadap kesehatan mental remaja di Kota Sidoarjo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Partisipan terdiri atas 12 remaja berusia 13–18 tahun sebagai informan utama dan 4 informan pendukung yang meliputi guru bimbingan konseling, orang tua, dan tenaga kesehatan jiwa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan tahapan transkripsi, pengodean, pengelompokan tema, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urbanisasi meningkatkan tekanan sosial dan akademik, mengurangi ketersediaan ruang terbuka hijau, memperkuat pengaruh media sosial, serta membatasi akses terhadap layanan konseling. Kondisi tersebut memunculkan gejala kecemasan, kesepian, gangguan tidur, penurunan motivasi, dan keterasingan emosional akibat berkurangnya komunikasi dalam keluarga. Temuan menegaskan bahwa urbanisasi berkontribusi terhadap kerentanan kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat untuk memperkuat layanan psikologis, meningkatkan literasi kesehatan mental, serta menyediakan lingkungan yang lebih mendukung kesejahteraan psikososial remaja.
Copyrights © 2026