Menelan benda asing merupakan masalah yang sering terjadi pada anak-anak, dan sebagian besar benda yang tertelan akan melewati saluran pencernaan secara spontan. Namun, lokalisasi yang tidak akurat pada radiografi polos dapat menunda penanganan yang tepat. Kami melaporkan kasus A.R., seorang gadis berusia 8 tahun yang datang dengan riwayat menelan benda asing disertai mual, nyeri perut dan demam. Radiografi abdomen polos awal menunjukkan benda radiopak tidak beraturan yang diproyeksikan di sisi kanan perut dan awalnya diinterpretasikan berada di usus besar. Pasien diobservasi selama empat hari sambil menunggu migrasi distal dan lewatnya benda tersebut secara spontan melalui anus. Penilaian ulang serial menunjukkan tidak ada perkembangan yang sesuai dengan transit usus besar normal. Evaluasi ulang radiografi menunjukkan bahwa benda tersebut masih tertahan di daerah pilorus lambung. Karena retensi yang terus-menerus dan kekhawatiran akan gejala yang berkelanjutan, dilakukan laparotomi eksplorasi. Benda asing tersebut diidentifikasi dan dikeluarkan dengan sukses. Dokumentasi intraoperatif mengkonfirmasi keberadaan benda asing yang tertahan, dan benda yang diekstraksi memiliki kontur seperti bintang yang sesuai dengan tampilan radiografi. Kasus ini menggambarkan bagaimana satu foto rontgen perut anteroposterior dapat menyesatkan karena tumpang tindih dua dimensi struktur perut. Evaluasi serial yang cermat, reinterpretasi pencitraan, dan intervensi tepat waktu sangat penting ketika benda asing yang tertelan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Copyrights © 2026