Jurnal Biosense
Vol 9 No 3 (2026): Edisi Juli 2026

EVALUASI ANGKA KAPANG KHAMIR JAMU BERAS KENCUR SEDIAN CAIR DI SEKITAR STASIUN KALIBATA JAKARTA

Wulan Fitriani Safari (Universitas Binawan)
Nia Agustin (Universitas Binawan)
Shalsabilla Valerina Riantonia (Universitas Binawan)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2026

Abstract

Jamu beras kencur merupakan minuman tradisional yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia dan dibuat dari campuran beras, kencur, jahe, serta air. Kualitas mikrobiologis jamu dapat dipengaruhi oleh kualitas bahan baku, kebersihan pekerja, proses pengolahan, dan kondisi lingkungan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi mutu mikrobiologis jamu beras kencur yang dijual di sekitar Stasiun Kalibata, Jakarta berdasarkan parameter Angka Kapang dan Khamir (AKK) serta menilai kesesuaiannya dengan standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 32 Tahun 2019. Sebanyak lima sampel jamu beras kencur diperoleh dari pedagang di sekitar Stasiun Kalibata, Jakarta. Pengujian AKK dilakukan mengacu pada SNI 21527-1:2012. Sampel diencerkan secara berseri hingga pengenceran 10⁻⁷ menggunakan Buffered Peptone Water. Sebanyak 1 mL dari setiap pengenceran diinokulasikan ke dalam media Dichloran Rose Bengal Chloramphenicol Agar (DRBC), kemudian diinkubasi selama 5 hari. Koloni kapang dan khamir yang tumbuh dihitung untuk menentukan nilai AKK masing-masing sampel. Hasil pengujian menunjukkan nilai AKK pada sampel A, B, C, D, dan E berturut-turut sebesar 5,14 × 10⁵; 6,9 × 10⁴; 1,28 × 10⁴; 1,23 × 10⁶; dan 3,27 × 10³ koloni/mL. Seluruh sampel memiliki nilai AKK yang melebihi batas maksimum yang ditetapkan BPOM, yaitu 10³ koloni/mL. Dengan demikian, seluruh sampel dinyatakan tidak memenuhi persyaratan mutu mikrobiologis. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan higiene dan sanitasi dalam produksi dan penjualan jamu beras kencur untuk menjamin keamanan produk bagi konsumen. Abstract Jamu beras kencur is a traditional Indonesian beverage widely consumed by the community and prepared from a mixture of rice, aromatic ginger (Kaempferia galanga), ginger, and water. The microbiological quality of herbal drinks can be affected by the quality of raw materials, worker hygiene, processing practices, and environmental conditions during production. This study aimed to evaluate the microbiological quality of beras kencur herbal drinks based on the Yeast and Mold Count (YMC) parameter and to assess their compliance with the standards established by the Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Regulation No. 32 of 2019. Five beras kencur samples were collected from vendors operating around Kalibata Station, Jakarta. YMC analysis was conducted in accordance with SNI 21527-1:2012 using Buffered Peptone Water as the diluent and Dichloran Rose Bengal Chloramphenicol Agar (DRBC) as the culture medium. Serial dilutions were prepared up to 10⁻⁷ using BPW. One milliliter of each dilution was inoculated onto DRBC medium and incubated for 5 days. The resulting yeast and mold colonies were counted to determine the YMC value of each sample. The YMC values of samples A, B, C, D, and E were 5.14 × 10⁵, 6.9 × 10⁴, 1.28 × 10⁴, 1.23 × 10⁶, and 3.27 × 10³ Colony/mL, respectively. All samples exceeded the maximum limit established by BPOM (10³ Colony/mL) and were therefore classified as non-compliant with microbiological quality requirements. These findings indicate the need for improved hygiene and sanitation practices during the production and distribution of jamu beras kencur to ensure consumer safety.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

BIOSENSE

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Jurnal Biosense menitikberatkan pada publikasi hasil penelitian biologi dan ilmu terapan bidang biologi. Artikel ilmiah dalam lingkup biologi yang meliputi: botani, zoologi, mikrobiologi, genetika, fisiologi, dan konservasi, sedangkan lingkup ilmu terapan biologi meliputi: Kesehatan/kedokteran, ...