PT. ABC merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada sektor hulu minyak dan gas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko dalam proses pengadaan material di PT. ABC, khususnya dalam mendukung kegiatan operasional hulu migas. Metode yang digunakan adalah Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengukur risiko berdasarkan tingkat keparahan, kemungkinan, dan deteksi, serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan prioritas risiko secara kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa risiko dengan nilai RPN (Risk Priority Number) tertinggi yang memerlukan mitigasi segera. Dengan menggabungkan metode FMEA dan AHP didapatkan hasil akhir tiga kriteria risiko dengan Weighted Risk Priority Number tertinggi dari total keseluruhan 27 kriteria risiko. Tiga Kriteria risiko dengan WRPN ini yaitu Keterlambatan penandatanganan karena negosiasi ulang yang tidak direncanakan(16,437), Isi kontrak tidak sesuai dengan hasil penawaran yang disetujui(14,790), dan Pengumuman tidak menjangkau semua calon penyedia (kurangnya transparansi)(13,692). Penelitian ini memberikan strategi mitigasi risiko yang lebih objektif dan terstruktur guna meningkatkan efisiensi dan ketahanan proses pengadaan material
Copyrights © 2026