Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Salah satu jenis UMKM yang menjanjikan adalah usaha kuliner. Namun, seiring meningkatnya persaingan serta berubahnya preferensi konsumen, banyak pelaku UMKM mengalami penurunan omzet. Kondisi ini menuntut UMKM untuk meningkatkan kinerja melalui beberapa faktor yang relevan, seperti kualitas pelayanan, inovasi, fasilitas dan teknologi, strategi pemasaran dan distribusi, serta pengelolaan penanganan rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antarvariabel tersebut serta melihat pengaruh penanganan rantai pasok terhadap omzet pada UMKM kuliner. Penelitian dilakukan dengan metode random sampling dengan jumlah 150 responden. Analisis data menggunakan Smart-PLS untuk menguji hubungan struktural antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh signifikan terhadap penanganan rantai pasok adalah fasilitas dengan teknologi serta strategi pemasaran dan distribusi, sehingga hipotesis terkait diterima. Selanjutnya, hubungan penanganan rantai pasok terhadap omzet dinyatakan signifikan dengan nilai t-statistic 3,550 (> 1,96) dan p-value 0,000 (< 0,05). Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan penanganan rantai pasok berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan omzet UMKM kuliner
Copyrights © 2026