Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi alat tangkap rawai dasar, pengaruh jumlah matapancing, serta pengaruh jenis umpan terhadap hasil tangkapan di perairan WPPNRI 573.Penelitian dilakukan pada Januari–April 2024 menggunakan metode observasi langsung di atas KMKupang Jaya1. Data primer meliputi jumlah mata pancing, jenis umpan, jumlah hasil tangkapan, dan berat hasil tangkapan pada setiap setting. Analisis data dilakukan secara deskriptif, perhitungan hook rate, uji t independen, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi rawai dasar terdiri atas tali utama, tali cabang, mata pancing, swivel, pemberat, pelampung, dan umpan. Komposisi hasil tangkapan didominasi ikan kakap merah (20%) dan kerapu (18%). Penggunaan umpan tongkol menghasilkan total tangkapan lebih tinggi sebesar 1.725 kg dibandingkan umpan tembang sebesar 1.336 kg. Nilai hook rate umpan tongkol mencapai 5,9 ekor/100 mata pancing, sedangkan umpan tembang sebesar 2,1 ekor/100 mata pancing. Hasil uji regresi menunjukkan jumlah mata pancing tidak berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan (p>0,05), sedangkan hasil uji t menunjukkan jenis umpan berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan. Dengan demikian, penggunaan umpan tongkol lebih efektif dibandingkan umpan tembang dalam meningkatkan hasil tangkapan rawai dasar.
Copyrights © 2026