Maraknya konten produk yang dipromosikan secara viral di TikTok memunculkan fenomena ketakutan tertinggal tren (Fear of Missing Out/FOMO) yang berpotensi mendorong perilaku pembelian impulsif (impulse buying) pada e-commerce Shopee. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan viral marketing di TikTok dengan FOMO dan impulse buying pada pengguna Shopee. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik survei melalui kuesioner daring (Google Form) yang disebarkan kepada 108 responden pengguna aktif TikTok dan Shopee dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viral marketing berkorelasi positif dan signifikan terhadap FOMO (r = 0,340; p < 0,01), viral marketing berkorelasi positif dan signifikan terhadap impulsebuying (r = 0,438; p < 0,01), serta FOMO berkorelasi positif dan kuat terhadap impulse buying (r = 0,775; p < 0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas konten viral yang dilihat konsumen di TikTok, semakin tinggi pula rasa takut tertinggal tren yang dirasakan, yang pada akhirnya mendorong pembelian impulsif di Shopee. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran berbasis media sosial secara lebih bertanggung jawab.
Copyrights © 2026