Kelelawar (chiroptera) merupakana satu satunya jenis mamalia yang bisa terbabang.Kelelawar memiliki mobilitas tinggi di dalam aktivitas mencari makanan seperti bunga, buah,nektar, dan serangga pada malam hari. Indonesia memiliki beberapa jenis kelelawar yangtersebar luas dibeberapa pulau besar seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.Dalam hal ini Taman Nasional Matalawa memeliki berbagai habitat potensi bagi flora danfauna yang dapat mendukung kehidupan kelelawa. Informasi mengenai kelelawar yang terdaptdi Tamana Nasional Matalawa masih terbatas, oleh karena itu informasi keterbaruan jeniskelelawar di Taman Nasional Matalawa yang merupakan bagian dari Kepulauan Sunda Kecilmenjadi penting sebagai dasar pengambilan keputusan dan kebijakan tindakan konservasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis kelelawar (chiroptera)di Taman Nasional Matalwa. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung denganmenggunakan alat seperti Harpa dan Misnet dan analisis data. Hasil penelitian menunjukanbahwa jenis terbanyak yaitu nyap biasa (rousettus amplexicaudatus) sebanyak 61 individudengan lokasi temuan tertinggi yaitu resort wanggameti sebanyak 12 individu. Sementarauntuk jenis temuan yang paling sedikit ditemukan yaitu prok bruk (Rhinolopus keyensis) dengantotal keseluruhan penemuan pada ke delapan lokasi sebanyak 2 individu hal ini menunjukanmasing – masing lokasi sangat bervariasi keanekaragamannya. Kelelawar yang didapat ini 6jenis memilki kategori status Least Concern (LC), sdangkan 1 jenis yaitu Rhinolopus keyensiskekurangan data (DD), meskipun saat ini ketujuh jenis kelelawar ini tidak menghadapi ancamankepunahan yang serius di alam liar, namun tetap penting untuk menjaga habitatnya agar tetap stabil.
Copyrights © 2026