Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan higiene sanitasi makanan pada industri rumah tangga pengolahan tempe di Kota Pangkalpinang. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan secara langsung untuk memetakan alur produksi dan perilaku pekerja. Hasil menunjukkan bahwa meskipun kualitas air memenuhi standar, terdapat pelanggaran pada praktik personal hygiene, seperti pengolahan bahan baku dengan kaki telanjang dan ketiadaan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, sistem pembuangan limbah cair masih dialirkan langsung ke selokan tanpa pengolahan, yang berisiko mencemari lingkungan. Kesimpulan menunjukkan bahwa praktik higiene berada pada kategori cukup namun memerlukan penguatan melalui penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan pembangunan instalasi pengolahan limbah sederhana. Rekomendasi penelitian ini adalah diperlukannya intervensi pelatihan teknis berkelanjutan dan pembinaan oleh pihak terkait untuk memastikan keamanan pangan dan kesehatan lingkungan.
Copyrights © 2026