Penelitian ini mengkaji fenomena deindustrialisasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang menimbulkan konsekuensi sosial ekonomi multidimensional. Penutupan industri manufaktur berskala besar, khususnya di sektor tekstil, telah menyebabkan pemutusan hubungan kerja massal tercatat sebanyak 11.025 pekerja hingga akhir Februari 2025 serta meningkatnya angka pengangguran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan studi literatur untuk menganalisis transformasi sosial serta strategi adaptasi masyarakat local terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deindustrialisasi tidak hanya menurunkan pendapatan rumah tangga dan menggeser pola konsumsi, tetapi juga memicu transformasi sosial yang lebih luas, mencakup perubahan nafkah, nilai, dan struktur masyarakat. Strategi nafkah masyarakat terdampak umumnya bertumpu pada sumber daya internal, terutama modal fisik dan sumber daya manusia, sementara modal alam, finansial, dan sosial masih terbatas. Adaptasi cenderung bersifat rumah tangga-individual melalui penyesuaian konsumsi dan pemanfaatan aset domestik. Hubungan kekerabatan berperan sebagai penyangga utama, namun belum didukung oleh jaringan sosial formal. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi terpadu untuk memperkuat akses ekonomi, keterampilan, sumber daya finansial, dan kapasitas kelembagaan agar adaptasi individu dapat berkembang menjadi resiliensi kolektif yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026