Efisiensi operasional gudang dipengaruhi oleh tata letak fasilitas dan sistem penyimpanan yang terstruktur. Gudang aksesoris pada penelitian ini mengalami permasalahan berupa scattered storage dan aliran material yang tidak efisien, ditandai dengan backtracking, jarak perpindahan yang panjang, serta waktu pengambilan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan merancang tata letak dan sistem penyimpanan yang lebih optimal. Metode yang digunakan meliputi Systematic Layout Planning (SLP) untuk perancangan tata letak, Computerized Relative Allocation of Facilities Technique (CRAFT) untuk optimasi Ongkos Material Handling (OMH), serta klasifikasi ABC untuk penentuan prioritas penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SLP mampu menurunkan jarak perpindahan sebesar 38,4%, momen sebesar 40,4%, dan OMH sebesar 48,7%, sedangkan optimasi CRAFT memberikan penurunan lanjutan OMH sebesar 8,4% dengan total efisiensi mencapai 53,1%. Selain itu, penerapan klasifikasi ABC menghasilkan penurunan waktu pengambilan material sebesar 28,9%, dengan kategori fast moving mendominasi sebesar 73%, sehingga penempatan material berbasis prioritas mampu mempercepat proses pengambilan dan memperlancar aliran material. Dengan demikian, kombinasi metode SLP, CRAFT, dan ABC classification efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional gudang.
Copyrights © 2026