Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko ergonomi pada karyawan Divisi People and Infrastructure PT Bina Pertiwi menggunakan metode Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaire (CMDQ) dan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). CMDQ digunakan untuk mengidentifikasi sebaran keluhan nyeri tubuh, sementara ROSA digunakan untuk menilai tingkat risiko postur kerja terkait penggunaan perangkat kantor. Hasil menunjukkan bahwa keluhan tertinggi terdapat pada punggung atas (15,6%), leher (13,7%), dan punggung bawah (13,0%). Seluruh karyawan memiliki skor ROSA di atas 5, yang menandakan postur kerja berada pada tingkat risiko berbahaya, dengan kontribusi terbesar berasal dari fitur kursi yang tidak ergonomis. Berdasarkan temuan tersebut, disusun rekomendasi perbaikan yang mencakup penyesuaian postur kerja sesuai pedoman ergonomis, peningkatan kualitas dari fasilitas kerja, serta penerapan kebiasaan kerja yang sehat.
Copyrights © 2026