Penelitian ini dilakukan di PT Sebastian Jaya Metal Plant Tegal untuk mengevaluasi tingkat efisiensi dan menentukan critical workstation pada lini produksi Pan Transmission Case. Metode yang digunakan adalah Stopwatch Time Study (SWTS) guna menghitung waktu baku sebagai dasar analisis efisiensi tiapworkstation. Pengamatan dilakukan pada dua kondisi, yaitu tanpa dan dengan penerapan work instruction (WI). Hasil menunjukkan bahwa penerapan WI dengan metode dua tangan mampu meningkatkan efisiensi produksi dari 76% menjadi 82%, serta menurunkan nilai smoothness index dari 7,01 menjadi 3,81. Namun,implementasi WI menghadapi tantangan berupa kompleksitas gerakan operator dan tekanan target produksi. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa stasiun kerja 2 tergolong kritis karena merupakan stasiun kerja yang memiliki operasi kerja terbanyak dan juga mengalami penurunan efisiensi akibat tidak meratanya beban operator yang kemudian akan memegaruhi tingkat efisiensi stasiun kerja berikutnya. Stasiun kerja 1 memiliki performance rating tertinggi (1,22) yang berpotensi menyebabkan bottleneck, sedangkan stasiun kerja 2 menunjukkan penurunan efisiensi akibat usaha operator yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan penerapan WI dan monitoring berkelanjutan untuk meningkatkan keseimbangan lini dan efisiensi kerja secara keseluruhan.
Copyrights © 2026