Pertumbuhan penduduk dan aktivitas perkotaan di Kota Kupang dalam beberapa tahun terakhir meningkatkan tekanan terhadap kualitas lingkungan, khususnya kualitas udara ambien. Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik memiliki peran ekologis penting sebagai penyerap polutan sekaligus penyedia ruang rekreasi yang sehat bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran RTH dalam mendukung kesehatan lingkungan perkotaan melalui studi kualitas udara di empat taman kota Kupang, yaitu Taman Tagepe, Taman Nostalgia, Taman Kota, dan Taman Ina Boi. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional lapangan. Data primer diperoleh melalui pengukuran in situ terhadap parameter PM2,5, PM10, PM1,0, formaldehida (HCHO), TVOC, suhu, kelembapan, serta kecepatan angin pada tanggal 16 Desember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi PM2,5 (15–19 µg/m³) dan PM10 (11–23 µg/m³) di seluruh lokasi berada jauh di bawah Baku Mutu Udara Ambien Nasional sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Meskipun demikian, ditemukan dua anomali: konsentrasi PM1,0 tertinggi di Taman Kota (23 µg/m³) yang diduga bersumber dari emisi kendaraan bermotor, serta konsentrasi HCHO yang sangat tinggi di Taman Nostalgia (137 mg/m³) yang mengindikasikan adanya sumber emisi senyawa organik volatil spesifik. Nilai konstanta kecepatan angin tertinggi tercatat di Taman Kota (5,08), berkorelasi dengan rendahnya konsentrasi PM10, sedangkan vegetasi padat di Taman Tagepe terbukti berperan signifikan dalam menjebak partikulat meskipun kondisi angin cenderung stagnan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas RTH dalam mendukung kualitas udara ditentukan oleh interaksi antara karakteristik vegetasi, faktor meteorologi lokal, dan kedekatan dengan sumber emisi. Temuan ini diharapkan menjadi landasan empiris bagi perencanaan dan pengelolaan RTH yang lebih efektif di Kota Kupang serta kota-kota beriklim tropis kering lainnya.
Copyrights © 2026