Kulit nanas merupakan limbah pertanian yang mengandung metabolit sekunder berpotensi antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan emulgel ekstrak kulit nanas dengan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) sebagai gelling agent serta menilai pengaruh konsentrasi HPMC terhadap mutu fisik, stabilitas dipercepat, dan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Serbuk kulit nanas diekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan HPMC 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Sediaan dievaluasi melalui uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, stabilitas cycling test, dan aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Rendemen ekstrak sebesar 10,7%, kadar air 1,56%, dan skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid, tanin, saponin, alkaloid, kuinon, steroid, dan triterpenoid. Seluruh konsentrasi ekstrak serta formula emulgel mampu menghambat S. aureus. Kenaikan HPMC meningkatkan viskositas, daya lekat, dan zona hambat, tetapi menurunkan daya sebar. Formula 4 dengan HPMC 2% menghasilkan zona hambat tertinggi pada kelompok formula, yaitu 11,47 ± 0,030 mm. Hasil ini menunjukkan emulgel ekstrak kulit nanas memiliki aktivitas antibakteri dan konsentrasi HPMC berperan terhadap performa fisik serta biologis sediaan.
Copyrights © 2026