Artikel ini mengkaji analisis faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi. Masalah utama penelitian didasari oleh tingginya kasus tuberkulosis paru akibat kepadatan penduduk dan buruknya sanitasi permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan luas ventilasi, kelembapan, pencahayaan alami, dan kepadatan hunian rumah dengan kejadian tuberkulosis paru, serta menentukan faktor risiko paling dominan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol retrospektif terhadap 50 responden (25 kasus dan 25 kontrol). Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel total untuk kasus dan penyepadanan frekuensi untuk kontrol. Hasil analisis menunjukkan seluruh komponen fisik rumah berhubungan signifikan dengan kejadian penyakit tuberkulosis paru. Uji regresi logistik ganda mengidentifikasi bahwa kelembapan rumah merupakan faktor prediktor paling dominan. Responden dengan kelembapan rumah tidak memenuhi syarat berisiko 7,923 kali lebih besar mengalami tuberkulosis paru setelah dikontrol variabel lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ventilasi, kelembapan, pencahayaan, dan kepadatan hunian merupakan faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan tuberkulosis paru, dengan kelembapan sebagai faktor yang paling dominan.
Copyrights © 2026