Perbanyakan tanaman Nepenthes sp. secara masih menghadapi berbagai kendala, seperti laju pertumbuhan yang lambat dan tingkat keberhasilan perbanyakan yang rendah, sehingga diperlukan metode perbanyakan alternatif melalui teknik kultur in vitro . Keberhasilan kultur in vitro sangat dipengaruhi oleh penggunaan zat pengatur tumbuh, khususnya auksin dan sitokinin, yang berperan dalam mengatur arah pertumbuhan jaringan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsentrasi interaksi BAP dan NAA yang terbaik terhadap induksi tunas Nepenthes sp . secara in vitro pada media ½ MS. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Periode penelitian dari bulan Oktober 2025-Januari 2026. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi NAA yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0,5 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1 ppm, 2 ppm, 3 ppm, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap unit perlakuan terdiri dari 2 sampel, setiap botol ditanami 1 eksplan. Jumlah unit percobaan yaitu 9 x 3 x 2 menjadi 54 eksplan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua konsentrasi interaksi BAP dan NAA memberikan pengaruh yang sama terhadap induksi tunas Nepenthes secara in vitro pada media ½ MS. Kata kunci: BAP, in vitro, Induksi Tunas, NAA, Nepenthes.
Copyrights © 2026