Energi disimpan memungkinkan untuk pemanfaatan lanjutan dari sistem energi, khususnya yang menggunakan teknologi energi terbarukan. Hal ini bertujuan meminimalisir dampak intermitensi dari suplai sehingga kehandalan sistem tetap dapat terjadi. Studi ini melakukan analisis untuk thermal energy storage (TES) sebagai unit penyimpanan energi berdasarkan tipe material latent yang berbeda terhadap proses pemasukan energi dengan skenario konversi thermoelectric. Tiga jenis material diases melalui rangkaian proses dengan laju pemasukan panas sebesar 10 Watts. Asesmen awal dimulai melalui evaluasi kapasitas termal dengan scanning calorimetry, menunjukkan adanya perbedaan dari kapasitas kalor lebur dengan variasi antara 227,8–167,6 J/g dari material yang diuji. Perubahan fasa memiliki pengaruh terhadap pergeseran nilai kapasitas panas antara 9–13 × 10^-3 J/gC. Dampak variasi tersebut terlihat berdasarkan pola pemasukan panas. Nilai laju pemasukan tertinggi dicapai pada nilai 10,02 C/jam untuk jenis LTES wax. Jenis LTES acid dan sugar alcohol masing-masing memiliki nilai operasi pemasukan energi 8,9 C/jam dan 7,76 °C/jam. Meskipun demikian, capaian rasio konversi maksimal dapat diperoleh oleh jenis LTES sugar alcohol dengan nilai 94,8%. Hal tersebut memperlihatkan proses konversi thermoelectric dapat menjadi lebih optimal berdasarkan jenis material LTES yang digunakan karena adanya pengaruh pola perubahan fasa dan juga kapasitas termal.
Copyrights © 2026