Penelitian ini mengkaji kesulitan etika yang dihadapi akuntan Islam dalam konteks modernisasi, globalisasi, dan revolusi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana proses akuntansi profesional dapat menggabungkan cita-cita etika Islam. Untuk menemukan konflik antara norma profesional kontemporer dan prinsip-prinsip Islam, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode riset pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika lembaga keuangan mengutamakan efisiensi dan keuntungan di atas integritas moral, seringkali timbul dilema etika, yang menciptakan ketegangan antara tanggung jawab profesional dan akuntabilitas spiritual. Lebih lanjut, isu-isu etika baru muncul akibat digitalisasi dan adopsi standar internasional seperti IFRS, terutama berkaitan dengan transparansi dan bahaya manipulasi data. Menurut penelitian ini, kesadaran moral dan integritas profesional dapat diperkuat oleh budaya organisasi berbasis Islam yang mencakup perenungan etika secara teratur, shalat berjamaah, dan diskusi Islam internal. Kesimpulannya, modernitas harus dilihat sebagai peluang untuk memperkuat nilai-nilai Islam, bukan sebagai ancaman bagi nilai-nilai tersebut.
Copyrights © 2026