Teknologi digital seperti coding dan Artificial Intelligence (AI) kini mengubah lanskap pendidikan vokasi. Sekolah menengah kejuruan dituntut mencetak lulusan yang gesit menghadapi industri modern. Namun, kenyataan di SMKN 1 Pamekasan menunjukkan sebaliknya. Para guru masih kesulitan memahami dasar coding, minim pelatihan AI praktis, dan jarang memanfaatkan teknologi ini untuk media ajar kreatif. Akibatnya, integrasi teknologi di kelas berjalan lambat. Program pengabdian ini hadir untuk menjembatani celah tersebut melalui pelatihan dan pendampingan praktis berbasis project-based learning. Guru diajak mempraktikkan langsung pengenalan wajah, klasifikasi gambar dengan Teachable Machine, hingga membuat chatbot pendidikan sendiri. Evaluasi menunjukkan kemajuan nyata. Skor pemahaman guru melesat dari rata-rata pre-test 52% menjadi 85% pada post-test. Bahkan, 90% peserta sukses menuntaskan proyek chatbot mereka. Program ini terbukti memicu kolaborasi erat antar-guru dalam melahirkan inovasi pembelajaran di sekolah vokasi.
Copyrights © 2026