Peningkatan jumlah lansia setiap tahun menjadi isu global yang signifikan. Diperkirakan pada tahun 2050 jumlah lansia dunia meningkat hingga 66,67%, dengan mayoritas pertumbuhan terjadi di negara berkembang. Kondisi ini menimbulkan tantangan kesehatan, terutama terkait status nutrisi dan kemampuan melakukan Activities of Daily Living (ADL). Tujuan penelitian ini melihat adakah hubungan antara status gizi dengan Activities of Daily Living (ADL) pada lansia di poliklinik geriatri RSI Ibnu Sina Bukittinggi, Metode penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan Cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 101 orang lansia dengan pendekatan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, kuesioner yang digunakan Mini Nutrion Assesment (MNA) yang merupakan standar dari pengukuran nutrisi pada lansia yang tervalidasi secara internasional versi full Bahasa Indonesia dari Nestle Nutrion Institute untuk ADL menggunakan indeks barthel yang digunakan kementerian Kesehatan Indonesia untuk pengukuran ADL lansia, uji statistik pada penelitian menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan 0,293 dan nilai P > dari 0,05. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan Activities of Daily Living (ADL). Diharapkan kita tidak hanya memandang satu masalah nutrisi saja pada masalah lansia dengan masalah ADL namun ada faktor lain yang mempengaruhi seperti masalah kesehatan yang dimiliki lansia termasuk faktor penuaan
Copyrights © 2026