Meningkatnya partisipasi investor individu secara masif di Bursa Efek Indonesia menciptakan dinamika perdagangan yang berpotensi mempengaruhi stabilitas harga saham, namun dampaknya terhadap volatilitas pasar serta efektivitas mekanisme pembatasan harga otomatis sebagai instrumen stabilisasi masih jarang dikaji dalam konteks pasar berkembang. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh dominasi investor individu terhadap volatilitas harga saham sekaligus menguji peran moderasi mekanisme pembatasan harga otomatis pada periode 2023–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi investor ritel berpengaruh positif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham, karena kecenderungan pengambilan keputusan berbasis sentimen jangka pendek. Sementara itu, mekanisme auto rejection tidak terbukti mampu memoderasi hubungan tersebut secara efektif, karena tekanan perdagangan investor ritel cenderung berpindah ke sesi berikutnya (volatility spillover). Temuan ini memberikan landasan empiris bagi otoritas pasar modal untuk mengevaluasi desain auto rejection yang lebih dinamis serta meningkatkan literasi keuangan investor ritel
Copyrights © 2026