Kehadiran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)—dengan toko kelontong sebagai salah satu contohnya—memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat lokal. Namun, pengelolaan keuangan masih menjadi tantangan utama karena banyak pelaku UMKM tidak melakukan pencatatan keuangan secara sistematis. Melalui inisiatif pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan April 2026, tim peneliti memberikan pendampingan langsung kepada para pemilik toko kelontong di Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, mengenai penyusunan laporan keuangan menggunakan SiAPIK—sebuah platform pencatatan keuangan digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Program ini dilaksanakan dalam empat tahapan: survei awal, sesi sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, dan pendampingan langsung Pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor rata-rata naik dari 45 menjadi 78—peningkatan sebesar 33 poin pada skala 100 poin. Para pemilik toko menjadi mampu mengoperasikan SiAPIK secara mandiri serta merasakan dampak positif dari pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertata dan efisien. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM sekaligus mendorong praktik pengelolaan usaha yang lebih profesional.
Copyrights © 2026