Rendahnya literasi keuangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi kendala struktural yang menghambat pertumbuhan dan daya tahan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan pelaku UMKM informal di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, melalui Seminar Bisnis berformat ceramah interaktif, diskusi, dan studi kasus. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari pelaku usaha mikro informal, wirausaha pemula, dan mahasiswa. Desain evaluasi menggunakan pre-test dan post-test berbasis kuesioner 20 item skala Likert lima poin yang mencakup enam dimensi pengelolaan keuangan, dengan analisis Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 31,1 menjadi 84,3 (naik 170,7%) dan terkonfirmasi signifikan secara statistik (W = 0; p = 0,000088; r = 0,97). Dimensi Pengelolaan Arus Kas mencatat peningkatan tertinggi (212,7%). Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi seminar satu sesi yang partisipatif dan aplikatif efektif meningkatkan literasi keuangan UMKM dalam konteks masyarakat semi-perkotaan, meski memerlukan pendampingan lanjutan untuk menjamin keberlanjutan perubahan perilaku. Temuan ini berimplikasi bahwa pendekatan seminar berbasis andragogi dapat menjadi model intervensi yang replikatif untuk memperkuat kapasitas UMKM informal, khususnya dalam mengakses dan menerapkan pengetahuan keuangan sebagai fondasi daya saing dan keberlangsungan usaha jangka panjang.
Copyrights © 2026