Guru merupakan pilar utama dan elemen penting dalam sistem pendidikan. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam proses pendidikan dan berperan langsung dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Akan tetapi, studi melaporkan bahwa guru sering menghadapi beban kerja yang tinggi, sehingga sering kali mengalami stress bahkan depresi. Kondisi tersebut mengakibatkan guru rentan mengalami gangguan kesehatan terutama risiko berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dislipidemia, dan penyakit kardiovaskular. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan screening kesehatan sesuai dengan kebutuhan mitra. Berdasarkan hasil diskusi awal diketahui bahwa banyak guru yang memiliki riwayat hipertensi, asam urat, dan kolesterol. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di salah satu SMA di Kabupaten Tabanan. Kegiatan pengabdian dirancang secara sistematis mulai dari tahap persiapan hingga tahap monitoring. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan tim pengabdian, mahasiswa dan tim laboran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa. Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini sejumlah 48 orang. Mitra didominasi oleh guru perempuan (70,83%), sebanyak 85,42 % orang. Hasil screening kesehatan menemukan bahwa hipertensi ditemukan pada 38 orang (79.17%), hiperkolesterolemia ditemukan pada 29 orang (60.47%), hiperurisemia pada 23 orang (47.917%), dan hiperglikemia pada 2 orang (4.17%). Analisis lebih lanjut menemukan bahwa 41.67% mengalami prehipertensi, 22.92% mengalami hipertensi grade 1, dan 14.58% mengalami hipertensi grade 2. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah program sudah berlangsung baik. Seluruh indikator kegiatan telah terpenuhi mulai dari pelaksanaan screening, pembentukan tim UKS aktif, partisipasi mitra, tidak adanya kendala bermakna selama kegiatan, dan pemberian alat kesehatan untuk screening dan penanganan masalah kesehatan di sekolah.
Copyrights © 2026