Limited access to information and low bureaucratic administrative skills represent major structural barriers for communities in remote rural areas to access government assistance programs. This community service activity aims to provide organizational governance mentoring for fishery groups and enhance administrative literacy capacity through hands-on training in independently drafting fish seed assistance proposals. The activity was conducted from January 20 to February 03, 2026, in Kampuang Neighborhood, Talippuki Village, Mambi District, Mamasa Regency. The method applied was a participatory approach (Participatory Rural Appraisal) through stages of socialization, group institutionalization mentoring, hands-on computer-based training, and interactive discussions. The results demonstrated significant improvements in both institutional aspects and local human resource capacity. This program successfully initiated and established an official Fish Cultivator Group (Pokdakan) named "Nenek Bikki," equipped with a functional management structure and internal regulations (AD/ART). Furthermore, through a learning-by-doing approach, the group management successfully completed the formulation of a formal proposal for tilapia seed assistance, ready to be submitted to the Mamasa Regency Fisheries Department. This intensive mentoring activity proved effective in lowering psychological barriers toward digital administration in rural communities and laid the foundation for group independence in accessing external development stimuli to achieve economic diversification based on local potential. ABSTRAK Keterbatasan akses informasi dan rendahnya keterampilan administrasi birokrasi menjadi hambatan struktural utama bagi masyarakat di wilayah pedesaan terpencil dalam mengakses program bantuan pemerintah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan tata kelola organisasi kelompok perikanan serta meningkatkan kapasitas literasi administrasi melalui pelatihan penyusunan proposal bantuan bibit ikan secara mandiri. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 20 Januari hingga 03 Februari 2026 di Lingkungan Kampuang, Kelurahan Talippuki, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal) melalui tahapan sosialisasi, pendampingan pelembagaan kelompok, pelatihan praktik langsung (hands-on training) menggunakan perangkat komputer, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek kelembagaan dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal. Program ini berhasil menginisiasi dan membentuk Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) resmi bernama “Nenek Bikki” yang dilengkapi dengan struktur kepengurusan fungsional dan regulasi internal (AD/ART). Selain itu, melalui pendekatan learning by doing, pengurus kelompok berhasil menuntaskan penyusunan satu dokumen proposal permohonan bantuan bibit ikan nila yang siap diajukan ke Dinas Perikanan Kabupaten Mamasa. Pengabdian berupa pendampingan intensif ini terbukti efektif memangkas hambatan psikologis administrasi digital pada masyarakat pedesaan serta meletakkan fondasi awal bagi kemandirian kelompok dalam mengakses stimulus pembangunan eksternal demi mewujudkan diversifikasi ekonomi berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026