Bahasa daerah merupakan salah satu warisan budaya yang berperan penting dalam menjaga identitas, kearifan lokal, dan keberagaman budaya bangsa. Namun, penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda terus mengalami penurunan akibat pengaruh globalisasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta minimnya implementasi pembelajaran bahasa daerah di sekolah dasar. Kondisi tersebut mendorong dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengintegrasikan bahasa daerah ke dalam proses pembelajaran melalui pendekatan berbasis kearifan lokal dan pendidikan multibahasa. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi melalui observasi serta penilaian hasil kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan mampu meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan sikap positif guru dalam mengembangkan pembelajaran bahasa daerah yang kontekstual dan inovatif. Guru juga mampu menyusun media dan perangkat pembelajaran yang memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kapasitas guru sekaligus mendukung upaya pemertahanan bahasa daerah melalui pendidikan dasar secara berkelanjutan sehingga pelestarian bahasa daerah dapat diwujudkan sejak usia dini.
Copyrights © 2026