Persiapan dana pensiun tambahan bagi pegawai swasta sangat penting, karena tunjangan pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup pensiunan pegawai swasta, terutama di Jabodetabek dengan pengeluaran tinggi. Namun, hanya sepertiga masyarakat Indonesia yang mempersiapkan dana pensiun. Hal tersebut dapat berdampak negatif pada kesejahteraan individu pensiun dan keluarganya, terutama di tahun 2050 saat jumlah pensiunan meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat prediksi attitude towards behavior (ATB), subjective norms (SN), perceived behavioral control (PBC), dan literasi keuangan terhadap intensi pegawai swasta berkeluarga di Jabodetabek untuk mempersiapkan dana pensiun. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode korelasional tipe prediktif. Setelah menyusun kuesioner berdasarkan hasil elisitasi, dilakukan pengambilan data pada 91 pegawai swasta berkeluarga yang berdomisili di Jabodetabek dan belum memasuki masa pensiun dalam waktu 6 bulan. Data dianalisis menggunakan multiple regression. Ditemukan bahwa hanya faktor PBC yang dapat memprediksi intensi mempersiapkan dana pensiun, sedangkan ATB, SN, dan literasi keuangan tidak memprediksi intensi tersebut. Responden dalam penelitian ini telah memperoleh dana pensiun dari perusahaan, sehingga lebih memprioritaskan pengeluaran dibandingkan dana pensiun dan hanya menabung untuk dana pensiun jika memiliki sisa uang. Dengan demikian, pemerintah atau penyedia dana pensiun dapat mensosialisasikan pentingnya dana pensiun tambahan bagi pegawai swasta. Pegawai swasta dapat membiasakan diri dan memprioritaskan menabung untuk dana pensiun tambahan. Pemasaran PT Bank X dapat lebih menonjolkan kemudahan dalam produk dana pensiun untuk meningkatkan minat nasabah.
Copyrights © 2026