Desa Wisata Kelan memiliki potensi wisata mangrove, wisata bahari, dan wisata kuliner. Wisata mangrove telah berjalan, namun belum memberikan dampak pada pendapatan masyarakat setempat. Masalah ini diatasi dengan Pelatihan Persiapan Paket Wisata Mangrove untuk Kelompok Nelayan Tanjung Sari. Metode pelatihan yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif, yaitu kombinasi penelitian sosial dan kerja pendidikan dengan menggunakan konsep penelitian partisipatif. Hasil pelatihan tersebut adalah sebagai berikut: K1 (Konsep Dasar dan Komponen Paket Wisata) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 50, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 70 atau peningkatan sebesar 40% dari sebelum pelatihan; K2 (Penelitian Destinasi dan Daya Tarik Wisata) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 70, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 90 atau peningkatan sebesar 28,57% dari sebelum pelatihan; K3 (Teknik Penyusunan Itinerary) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 60, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 80 atau peningkatan sebesar 33,33% dari sebelum pelatihan; K4 (Perhitungan Harga dan Pembiayaan) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 60, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 80 atau peningkatan sebesar 33,33% dari sebelum pelatihan; dan K5 (Pengemasan, Branding, dan Pemasaran) nilai rata-rata sebelum pelatihan adalah 70, dan setelah pelatihan nilai rata-rata meningkat menjadi 90 atau peningkatan sebesar 28,57% dari sebelum pelatihan. Untuk mendukung pengembangan desa wisata dengan konsep pariwisata regeneratif, edutourism regeneratif merupakan solusi yang perlu diimplementasikan oleh Desa Wisata Kelan termasuk desa wisata lainnya di daerah pesisir, khususnya untuk melakukan konservasi mangrove guna mencegah abrasi pantai yang belakangan ini semakin mengkhawatirkan di Bali.
Copyrights © 2026