Media sosial menghasilkan jejak digital yang mencerminkan pola konsumsi, paparan informasi ekonomi, aktivitas kewirausahaan, dan partisipasi sosial. Kecerdasan buatan (AI) dapat mengolah jejak tersebut menjadi indikator prediktif, namun keterbatasan sampel, bias algoritmik, risiko privasi, dan masalah interpretasi perlu diperhatikan. Penelitian ini mengembangkan model eksploratif berbasis AI untuk memetakan perilaku sosial-ekonomi mahasiswa menggunakan data terkait media sosial yang telah dianonimkan dari 50 mahasiswa ITB STIKOM Bali, Jimbaran. Pendekatan kuantitatif potong lintang digunakan melalui kuesioner Likert dan log aktivitas selama tujuh hari. Tujuh fitur prediktor dianalisis, meliputi paparan konten ekonomi, interaksi konten, verifikasi informasi, pengaruh konsumsi digital, kewirausahaan digital, dan partisipasi sosial. Regresi logistik teratur menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan random forest dengan akurasi 0,794 dan ROC-AUC 0,915. Faktor dominan meliputi partisipasi sosial, paparan konten ekonomi, dan kewirausahaan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis media sosial berbantuan AI berpotensi mendukung pemetaan awal sosial-ekonomi dengan tetap memperhatikan aspek etika.
Copyrights © 2026