Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menjadi masalah kesehatan global, termasuk di Indonesia. Pengobatan TB menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) diketahui dapat mempengaruhi parameter hematologi, yaitu Isoniazid, Rifampisin, Etambutol, Pirazinamid, dan Streptomisin. Morfologi eritrosit dan termasuk indeks eritrosit yang berperan penting dalam evaluasi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar indeks eritrosit pada penderita TB yang menjalani pengobatan dengan OAT di Kota Bengkulu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross sectional dengan sampel sebanyak 30 penderita TB yang sedang menjalani pengobatan OAT. Data kadar indeks eritrosit diperoleh melalui pemeriksaan menggunakan alat hematologi diff 5 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil dan Pembahasan: Penelitian menunjukkan rerata kadar MCV 100,42 fL, MCH 31,08 pg, dan MCHC 30,04 g/dL. Sebagian besar responden memiliki MCV tinggi (80%), MCH normal (70%), dan MCHC rendah (53,3%). Berdasarkan fase pengobatan, terjadi peningkatan kadar MCV dan MCH pada fase lanjutan, sedangkan MCHC cenderung menurun. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi OAT dapat menyebabkan perubahan morfologi eritrosit melalui efek terhadap metabolisme vitamin B12, folat, dan hemoglobin yang tercermin dari perubahan indeks eritrosit responden. Kesimpulan: Penderita TB yang menjalani pengobata OAT mengalami perubahan indeks eritrosit yang mencerminkan adanya pengaruh pengobatan terhadap status hematologi responden.
Copyrights © 2026