Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia masih didominasi oleh capaian akademik kognitif dan berlangsung di ruang kelas tertutup sehingga mengurangi interaksi anak dengan alam sebagai sumber belajar. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep harmoni alam semesta melalui sintesis filsafat ilmu dan perspektif Islam serta mengkaji implikasinya bagi pengembangan spiritualitas ekologis pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan Narrative Literature Review dengan menganalisis 31 artikel yang diperoleh dari Google Scholar, DOAJ, dan Garuda pada rentang publikasi 2015–2026, serta didukung karya-karya klasik filsafat ilmu dan sumber primer Al-Qur'an dan Hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteraturan alam dalam perspektif filsafat ilmu merepresentasikan rasionalitas dan harmoni universal, sedangkan perspektif Islam memaknainya sebagai manifestasi kebijaksanaan Allah Swt. yang menegaskan tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Kontribusi baru artikel ini adalah menawarkan sintesis konseptual yang mengintegrasikan filsafat ilmu, ekospiritualitas Islam, dan pedagogi PAUD sebagai landasan pengembangan kurikulum ekospiritualitas berbasis alam. Implikasi kajian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis alam berpotensi mengembangkan kemampuan kognitif, rasa ingin tahu ilmiah, akhlak ekologis, dan kesadaran spiritual anak sejak usia dini.
Copyrights © 2026