Hiperemesis gravidarum adalah kondisi mual muntah berlebihan selama kehamilan yang menyebabkan gangguan keseimbangan cairan, elektrolit, serta nutrisi ibu. Tingginya angka kejadian hiperemesis gravidarum, baik secara global maupun nasional dan lokal, menunjukkan bahwa kondisi ini merupakan salah satu gangguan kehamilan yang masih sering terjadi, terutama pada trimester pertama. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh pada ibu hamil usia 25 tahun dengan hiperemesis gravidarum. Metode yang digunakan adalah laporan kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literature dengan pendokumentasian SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa dan Penatalaksanaan). Hasil pemeriksaan diperoleh data Subjek ibu mengalami mual muntah lebih dari 10 kali per hari dengan tanda dehidrasi dan hasil data objektif diperoleh nyeri tekan pada epigastrium,penurunan berat badan berlebihan, turgor kulit kembali >2detik dan keton urine (+++). Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu tindakan kolaboratif melalui pemberian cairan dan medikasi, sedangkan asuhan kebidanan difokuskan pada edukasi, dukungan emosional, konseling nutrisi, asuhan komplementer berupa aromaterapi, air jahe, dan air hangat. Kesimpulan menunjukkan setelah diberikan asuhan kondisi ibu mulai membaik dan frekuensi mual muntah menurun dan ibu tidak mengalami dehidrasi..
Copyrights © 2026