Representasi gender dalam koleksi perpustakaan mencerminkan ketimpangan sosial yang lebih luas. Kontribusi perempuan sebagai penulis masih kurang terwakili di berbagai disiplin ilmu, sehingga membatasi keberagaman perspektif dalam produksi pengetahuan. Penelitian ini mengkaji partisipasi perempuan dalam literasi kepenulisan melalui analisis koleksi perpustakaan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap 5.390 koleksi buku yang diklasifikasikan menggunakan sistem Dewey Decimal Classification (DDC), dengan periode pengumpulan data dari bulan Maret hingga Juni 2025. Tiga variabel dianalisis, yaitu keterlibatan perempuan dalam penulisan karya tulis, representasi perempuan dalam karya tulis, serta dominasi kepenulisan berdasarkan gender pada sepuluh klasifikasi DDC (000–900). Penulis laki-laki mendominasi sembilan dari sepuluh klasifikasi dengan persentase berkisar antara 58,1% hingga 100%. Satu-satunya pengecualian adalah klasifikasi 600 (Teknologi dan Ilmu Terapan), di mana penulis perempuan mencapai 53,1%, terkonsentrasi pada bidang keperawatan, kebidanan, gizi, dan kesehatan masyarakat. Klasifikasi 900 (Sejarah dan Geografi) mencatat angka nol persen untuk penulis perempuan. Kontribusi perempuan paling terlihat pada bidang-bidang yang bersifat aplikatif dan komunikatif. Partisipasi perempuan dalam kepenulisan ilmiah masih tergolong rendah hingga sedang dan belum merata di semua bidang ilmu. Dukungan institusional, kebijakan pengadaan koleksi yang inklusif, serta lingkungan akademik yang berperspektif gender sangat diperlukan untuk meningkatkan representasi perempuan dalam koleksi perpustakaan.
Copyrights © 2026