Penelitian ini mengkaji peran pustakawan sebagai knowledge broker dalam program Pustaka Bergerak (PUBER) di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Indonesia. Program ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara pengetahuan ilmiah pertanian dengan kebutuhan praktis petani melalui layanan literasi berbasis inklusi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, melibatkan wawancara mendalam dengan lima informan kunci: pustakawan pelaksana, manajer perpustakaan, penyuluh pertanian, dan mitra perpustakaan desa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan teori knowledge brokerage Meyer dan model SECI Nonaka & Takeuchi. Temuan menunjukkan pustakawan menjalankan tiga fungsi knowledge broker: identifikasi dan lokalisasi pengetahuan melalui kolaborasi dengan penyuluh; redistribusi dan diseminasi melalui brosur, leaflet, infografis, dan repositori digital; serta transformasi pengetahuan ilmiah menjadi format praktis melalui penyederhanaan bahasa dan praktik langsung. Proses konversi pengetahuan SECI terjadi secara dinamis: sosialisasi melalui praktik lapangan, eksternalisasi melalui pendokumentasian pengalaman menjadi brosur dan modul, kombinasi melalui integrasi berbagai sumber informasi ke dalam repositori, dan internalisasi saat petani mengaplikasikan pengetahuan secara mandiri, terbukti dengan peningkatan kemandirian dan kegiatan ekonomi produktif. Penelitian menyimpulkan pustakawan berperan sebagai knowledge broker strategis dalam mewujudkan inklusi sosial, mentransformasi pengetahuan ilmiah menjadi keterampilan praktis yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana dibuktikan dengan penghargaan program sebagai inovasi layanan publik.
Copyrights © 2026