Indikator ekonomi makro nasional, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan tingkat pengangguran, sering digunakan untuk mengukur kinerja perekonomian. Namun, indikator tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara indikator ekonomi makro nasional dan realitas ekonomi lokal serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional yang positif belum diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah. Kesenjangan tersebut ditandai oleh terbatasnya kesempatan kerja, rendahnya daya beli, ketidakstabilan pendapatan, dan tingginya biaya hidup. Kondisi ini dipengaruhi oleh struktur ekonomi lokal, ketimpangan akses terhadap infrastruktur dan pasar, serta distribusi manfaat pembangunan yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi pembangunan perlu mengintegrasikan indikator ekonomi makro dengan indikator kesejahteraan lokal agar kebijakan ekonomi lebih inklusif, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah.
Copyrights © 2026