Tingginya biaya logistik dan ketidakpastian waktu pengiriman menjadi hambatan utama dalam daya saing rantai pasok domestik nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem transportasi multimoda sebagai strategi strategis dalam mereduksi total biaya (total cost) dan waktu tunggu (lead time) pengiriman barang dalam perspektif manajemen logistik. Menggunakan metode studi literatur sistematis (Systematic Literature Review) dari 12 jurnal ilmiah terakreditasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi moda transportasi yang tersinkronisasi mampu memotong biaya logistik hingga 25% dan mempercepat waktu transit sebesar 30%. Keberhasilan ini didorong oleh penerapan prinsip economies of scale melalui load concentration, minimalisasi hambatan di titik transshipment dengan kontainerisasi, reduksi biaya administrasi melalui Single Freight Document, serta pemanfaatan teknologi pelacakan digital (IoT dan GPS). Namun, implementasinya di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan konektivitas infrastruktur intermodal dan ego sektoral regulasi hukum lintas moda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan infrastruktur penghubung dan harmonisasi kebijakan adalah kunci utama optimalisasi transportasi logistik nasional.
Copyrights © 2026