Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh job insecurity terhadap turnover intention dengan burnout sebagai variabel mediasi pada karyawan PT Hasta Ayu Nusantara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 213 karyawan yang dipilih menggunakan teknik probability sampling melalui simple random sampling dari populasi sebanyak 457 karyawan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job insecurity berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout serta turnover intention. Sebaliknya, burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Pengujian pengaruh tidak langsung membuktikan bahwa burnout mampu memediasi hubungan antara job insecurity dan turnover intention secara signifikan dengan arah mediasi negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun ketidakamanan kerja meningkatkan tingkat burnout, keputusan karyawan untuk meninggalkan perusahaan tidak semata-mata dipengaruhi oleh kelelahan kerja, tetapi juga oleh faktor lain, seperti kebutuhan ekonomi, keterbatasan kesempatan kerja, dan karakteristik sistem kerja outsourcing. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan kepastian kerja, mengelola beban kerja secara lebih efektif, serta memperkuat dukungan organisasi untuk menekan tingkat job insecurity, burnout, dan turnover intention. Â
Copyrights © 2026