Di era Industri 4.0, perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap perekonomian secara signifikan, membawa peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat. Kebijakan penutupan TikTok Shop di Indonesia sempat menimbulkan guncangan besar di industri digital, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pekerja digital yang menggantungkan mata pencahariaannya pada platform social commerce tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak sosial-ekonomi dari penutupan TikTok Shop terhadap pekerja dan warga di kawasan Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR), serta mengidentifikasi strategi adaptasi teknologi digital yang mereka lakukan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap lima informan yang terdiri dari pelaku e-commerce dan pekerja yang terdampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penutupan TikTok Shop mengakibatkan penurunan pendapatan yang signifikan, terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) pada posisi tenaga penjualan, kurir, dan manajer operasional, serta memicu perubahan perilaku konsumen berupa penurunan kepercayaan terhadap e-commerce lokal. Untuk bertahan, pelaku usaha melakukan migrasi ke platform alternatif seperti Shopee dan Tokopedia, meskipun menghadapi kendala adaptasi akibat perbedaan fitur antarmuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi kolaboratif berupa pelatihan literasi digital dari pemerintah dan diversifikasi platform sangat diperlukan untuk memulihkan resiliensi ekonomi lokal.
Copyrights © 2025