Tahanan pendamping (tamping) keamanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menghadapi masalah riil berupa rendahnya literasi visual, kelemahan konseptual dalam membingkai dinamika internal rutan menjadi narasi terstruktur, serta keterbatasan teknis pengoperasian kamera perekam. Sebagai solusi, program pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini menawarkan pelatihan intensif pembuatan naskah dan pengoperasian kamera dasar dengan menerapkan pendekatan Art in Action Research (AAR) guna mengintegrasikan kepekaan riset sosial lingkungan rutan dengan ekspresi seni. Hasil konkret pasca-kegiatan terhadap 12 peserta menunjukkan peningkatan kapasitas yang terukur secara bertahap melalui data evaluasi pra-tes dan pasca-tes, yaitu pada kemampuan pemetaan isu sosial (naik 15%), penyusunan naskah dan storyline (naik 18%), penguasaan fitur teknis kamera (naik 22%), serta kualitas pengambilan gambar atau footage lapangan (naik 25%). Selain itu, pelatihan ini berhasil memproduksi dua draf naskah dokumenter siap eksekusi berjudul “Lentera di Balik Jeruji” dan “Sinergi Penjaga Gerbang”. Dampak jangka panjang kegiatan ini berkontribusi nyata pada penguatan dan optimalisasi program pembinaan rehabilitasi kreatif berbasis literasi media bagi warga binaan. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui pelaksanaan program PkM tahap lanjutan yang berfokus pada fase pasca-produksi (editing video) serta pembentukan unit sinema komunitas internal di Rutan Depok agar draf naskah dan footage yang telah berhasil dihasilkan dapat dieksekusi menjadi karya audio-visual yang utuh serta bernilai advokasi bagi komunitas setempat.
Copyrights © 2026