Penelitian ini menganalisis dampak konflik Palestina-Israel terhadap proses radikalisasi di Indonesia dan implikasinya terhadap ancaman keamanan nasional. Konflik Palestina-Israel seringkali dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal di Indonesia untuk memperkuat narasi jihad global, memperkuat identitas kolektif umat Islam, dan membenarkan aksi kekerasan sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Melalui landasan teori radikalisasi, identitas sosial, mobilisasi sumber daya, kekerasan politik, propaganda digital, dan teori keamanan nasional, penelitian ini mengidentifikasi bagaimana konflik tersebut menjadi katalis dalam proses radikalisasi yang mengarah pada ancaman terorisme domestik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa isu Palestina digunakan sebagai simbol perjuangan yang memobilisasi dukungan publik dan sumber daya bagi kelompok radikal. Dalam konteks keamanan nasional, konflik ini meningkatkan risiko serangan teroris, rekrutmen militan, dan ketidakstabilan politik di Indonesia. Oleh karena itu, pendekatan kebijakan kontra-radikalisasi yang komprehensif dan strategi keamanan yang terintegrasi diperlukan untuk meredam dampak konflik Palestina-Israel terhadap keamanan nasional Indonesia.
Copyrights © 2026