Journal of Midwifery
Vol 14 No 1 (2026)

GAMBARAN KESEHATAN IBU NIFAS DI WILAYAH PESISIR KOTA BENGKULU

NORA ADE RAMADAN (PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU)
KURNIA DEWIANI (PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU)
FITRI RAMADHANIATI (PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU)
NENG KURNIATI (PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU)
DENI MARYANI (PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN, FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM, UNIVERSITAS BENGKULU)



Article Info

Publish Date
14 Apr 2026

Abstract

Pendahuluan : Masa nifas merupakan periode setelah persalinan hingga kembalinya kondisi rahim seperti sebelum hamil, yang berlangsung selama ±6 minggu (42 hari). Periode ini, ibu rentan mengalami berbagai masalah kesehatan, sehingga diperlukan pemantauan melalui parameter klinis seperti Tanda-Tanda Vital (TTV), Tinggi Fundus Uteri (TFU), jenis lochea, keadaan luka perineum, gejala infeksi, anemia, status gizi, serta pemberian ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan ibu nifas di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 122 ibu nifas. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan kriteria inklusi tertentu. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dari TTV, TFU, jenis lochea, riwayat robekan perineum, gejala infeksi, anemia, status gizi, dan pemberian ASI. Hasil dan Pembahasan : penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai masalah kesehatan pada ibu nifas, meliputi prehipertensi 40,2%, hipertensi (7,4%–2,4%), TFU tidak normal 2,5%, lochea tidak normal 22,1%, robekan perineum 10,7%, gejala infeksi postpartum 40,2%, anemia ringan 33,6% dan sedang 22,1%, gizi kurang 11,5, obesitas 25,4%. Kesimpulan : berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi pada prehipertensi dan infeksi diikuti anemia ringan, lochea tidak normal, status gizi, robekan perineum, TFU tidak normal, hal ini menunjukan bahwa pemantauan kesehatan ibu nifas masih perlu ditingkatkan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

JM

Publisher

Subject

Health Professions

Description

The Journal of Midwifery is a peer reviewed free open access Faculty of Health Studies, Universitas Dehasen Bengkulu, Bengkulu, Indonesia. Midwifery publishes the latest peer reviewed international research to inform the safety, quality, outcomes and experiences of pregnancy, birth and maternity ...