Sehat atau tidaknya kondisi finansial sebuah perusahaan pada dasarnya bisa dilacak lewat cara perusahaan tersebut mengelola sumber daya yang dipunyainya untuk mendulang laba. Riset ini mengulik performa keuangan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk pada rentang 2022–2024 lewat empat alat ukur profitabilitas, yakni Gross Profit Margin (GPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE). Metode yang dipakai bercorak deskriptif kuantitatif dengan mengandalkan data sekunder dari laporan tahunan perusahaan. Angka-angka rasio dihitung untuk melacak naik-turunnya capaian finansial Japfa Comfeed dari tahun ke tahun. Ditemukan bahwa keempat rasio kompak melemah pada 2023 jika disandingkan dengan 2022, GPM anjlok dari 15,69% ke 14,68%, NPM merosot dari 3,04% ke 1,85%, ROA turun dari 4,56% ke 2,77%, dan ROE tergerus dari 10,92% ke 6,68%. Namun arahnya berbalik drastis begitu masuk 2024: GPM melompat ke 20,10%, NPM ke 5,76%, ROA ke 9,27%, sedangkan ROE menembus 19,38%. Pola naik-turun ini memperlihatkan bahwa keuangan Japfa Comfeed sempat goyah selama tiga tahun tersebut, dan justru mencetak rekor terbaiknya di penghujung periode penelitian. Capaian di 2024 itu tak lepas dari langkah perusahaan memperbaiki efisiensi operasional serta mengoptimalkan pemakaian aset dan modal, sehingga labanya pun ikut terdongkrak.
Copyrights © 2026